Nasional

Warga Kampung Susun Bayam Sempat Dipolisikan Gegara Tumpangi Hunian Tanpa Izin, Ketua Kelompok: Kami Akan Melawan

Resepmakanan.id – Ketua Komunitas Petani Kampung Bayam Madani (KPKBM), Muhammad Furqon, mengaku hingga saat ini dirinya tiada pernah lagi menerima surat pemanggilan dari pihak kepolisian.

Sebelumnya Furqon dipolisikan akibat menerobos masuk pekarangan kemudian menempati hunian Kampung Susun Bayam tanpa izin dari Jakpro selaku pengelola.

“Pelaporan yang kemarin telah kita hadiri, dan juga di-BAP sebagainya. Jadi kami sekarang sudah ada mulai batasin juga kami akan melawan. Tidak ada lagi surat panggilan (pihak kepolisian) yang mana kami terima,” katanya, lewat sambungan telepon pada waktu dihubungi Suara.com, Mulai Pekan (29/1/2024).

Furqon menganggap dirinya kemudian para warga Kampung Susun Bayam (KSB) mempunyai hak menempati hunian yang tersebut telah lama dibangun oleh Jakpro di dalam samping DKI Jakarta International Stadium (JIS).

Mereka menganggap warga KSB telah lama ditata oleh Gubernur DKI sebelumnya, Anies Baswedan.

“Kami warga yang telah ditata Gubernur sebelumya, artinya telah diputuskan penetapannya oleh Gubernur. Itu hak kami,” katanya.

Ia juga sangat menyayangkan hingga ketika ini pihak PJ Gubernur Heru Budi lalu Jakpro tiada mau melalukan audiensi terhadap warga KSB.

“Artinya penataan kampung kumuh ini kemudian petani kumuh ini sudah ada ditata oleh Gubernur sebelumnya. Ini adalah kan hak kami kenapa gak diberikan? Ada apa?,” ucap Furqon.

“Kalau cerita tentang PJ Gubernur atau Jakpro harusnya jangan ngomong sebelah pihak, dialog dengan warga sehingga keutuhannya paham,” tambahnya.

Dipolisikan Jakpro

Sebelumnya Furqon sempat dipolisikan oleh Jakpro lantaran sudah menginisiasi warga untuk masuk ke di hunian Rusun Bayam.

Sebelum masuk ke pada hunian, merek bersama-sama menempati aula Rusun Bayam pada 13 Maret 2022 silam.

Namun pasca beberapa bulan setelahnya para warga masuk kedalam hunian Rusun Bayam, Furqon berdalih hal itu diadakan lantaran sebagai kepala keluarga ia tidaklah tega mengamati anak-anak kemudian para lansia mengalami sakit.

Menurut para penjaga, atau satpam sekitar Kampung Bayam para warga masuk dengan cara mencongkel kunci rumah hunian.

Warga berunjuk rasa di dalam depan gerbang Kampung Susun Bayam, Ibukota Indonesia Utara, Mulai Pekan (21/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga berunjuk rasa di dalam depan gerbang Kampung Susun Bayam, DKI Jakarta Utara, Hari Senin (21/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun menutut keterangan Furqon, para warga bisa saja masuk ke pada tempat hunian lantaran sejumlah yang tersebut bukan terkunci.

Selain Furqon, Jakpro melaporkan keempat warga lainnya yakni Junaedi Abdullah, Komar, kemudian Sudir.

Mereka dipolisikan lantaran masuk lalu tinggal tanpa izin di dalam KSB. Kelima warga KSB ini dipersangkakan melanggar Pasal 170, Pasal 406, kemudian Pasal 167 KUHP, tentang melakukan kekerasan terhadap barang, pengrusakan, dan juga memasuki pekarangan milik orang lain tanpa izin yang mana berhak.

(Sumber: Suara.com)

Redi Alamsyah

Di tengah derasnya arus informasi, saya berdiri sebagai seorang penulis artikel yang berupaya menyalurkan kata-kata ke dalam bentuk cerita, analisis, dan refleksi. Nama saya Redi Alamsyah, seorang penggali kata yang mencari makna di balik huruf dan kalimat. Bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan kehidupan.

Related Articles

Back to top button