Nasional

Tersangka Kasus Bagi-bagi Beras, Caleg Perindo Hal ini Tak Ditahan, kok Bisa?

Resepmakanan.id – Ni Koman Puspita (NKS), calon anggota legislatif dari Partai Perindo ditetapkan sebagai terdakwa gegara tindakannya yang dimaksud culas. Caleg yang dimaksud nekat membagi-bagikan beras juga stiker foto dirinya terhadap masyarakat.

Buntut dari aksinya itu, Ni Koman Puspita dijerat Pasal 523 ayat (1) juncto Pasal 280 ayat (1) huruf J Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Walau berstatus tersangka, caleg Partai Perindo itu tiada ditahan. Alasan Ni Koman Puspita tiada ditahan karema ancaman hukumannya masih pada bawah lima tahun penjara.

“Yang bersangkutan bukan kami tahan oleh sebab itu ancaman hukumannya satu tahun penjara,” kata Juru Bicara Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Harun Al Rasyid diambil dari Antara, Selasa (30/1/2024).

Dia menyatakan hal yang disebutkan menindaklanjuti hasil giat pelimpahan dituduh kemudian barang bukti atau tahap dua dari penyidik kepolisian untuk jaksa penuntut umum di tempat Kantor Kejari Mataram.

“Iya, baru selesai tahap dua dari penyidik. Itu makanya aktivitas lanjut dari pelimpahan ini kami tiada melakukan penjara terhadap yang tersebut bersangkutan,” ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pusat Kota Mataram Komisaris Polisi I Made Yogi Purusa Utama juga membenarkan adanya kegiatan pelimpahan tahap dua tersebut.

“Pelimpahan tahap dua kami laksanakan di tempat Kantor Kejari Mataram,” kata Yogi.

Dia menjelaskan pelimpahan ini merupakan bagian dari penanganan perkara perbuatan pidana pemilihan umum yang berada pada bawah kendali Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Perkotaan Mataram.

“Jadi, penyidik kami yang mana melimpahkan tahap dua ini yang digunakan tergabung di Sentra Gakkumdu. Tahap dua kami serahkan dengan didampingi pihak Bawaslu Pusat Kota Mataram lalu kuasa hukum tersangka,” ucap dia.

Penyidik melaksanakan tahap dua usai materi berkas perkara milik terdakwa NKS dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti pada Hari Senin (29/1).

Pada tahap penyidikan, Yogi turut menjelaskan bahwa penyidik tidak ada melakukan pemidanaan terhadap NKS, mengingat ancaman hukuman dari pidana yang dimaksud disangkakan di area bawah tahun penjara.

“Tidak kami tahan dikarenakan ancamannya 1 tahun penjara. Sesuai ketentuan, ancaman pidana dalam bawah 5 tahun bukan diadakan penahanan,” ujarnya. (Antara)

(Sumber: Suara.com)

Redi Alamsyah

Di tengah derasnya arus informasi, saya berdiri sebagai seorang penulis artikel yang berupaya menyalurkan kata-kata ke dalam bentuk cerita, analisis, dan refleksi. Nama saya Redi Alamsyah, seorang penggali kata yang mencari makna di balik huruf dan kalimat. Bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan kehidupan.

Related Articles

Back to top button