Lifestyle

Sejarah Pesantren Sidogiri, Pondok Tertua yang mana Beri Support Kepada Anies Baswedan kemudian Cak Imin pada Pilpres 2024

Resepmakanan.id – Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri dalam Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Muhammad Kholil Nawawi Sidogiri baru-baru ini terang-terangan memberikan dukungannya untuk pasangan capres Anies Baswedan juga Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Hal ini terlihat di unggahan akun majelis keluarga pondok pesantren @mr_banan12. Dalam pernyataannya, akun yang dimaksud menuliskan akan memperjuangkan demi kemenangan Anies Baswedan juga Cak Imin.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Al Fakir Muhammad Kholil Nawawi Sidogiri mengimbau terhadap para santri lalu alumni untuk memilih lalu memperjuangkan untuk kemenangan capres-cawapres nomor 1, yaitu Mas Anies Baswedan juga Gus Muhaimin Iskandar,” tulis akun tersebut.

Hal ini lantas menjadi sorotan lantaran Pesantren Sidogiri disebut sebagai salah satu pondok pesantren tertua di area Indonesia. Bahkan, pesantren satu ini dikabarkan telah ada jarak jauh sebelum Indonesia merdeka.

Sejarah Pesantren Sidogiri

Mengutip dari situs resminya, awal mula pesantren ini dibagun terdapat dua versi berbeda. Dalam suatu catatan yang ditulis Panca Warga tahun 1963 disebutkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri didirikan tahun 1718.

Sementara itu, pada surat lain tahun 1971 yang ditandatangani oleh KA Sa’doellah Nawawie, tercatat bahwa tahun yang dimaksud (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang digunakan ke-226. Dari di lokasi ini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745. Meski berbeda keduanya sama-sama berasal dari abad ke-18.

Pada awal mula berdiri, wilayah Sidogiri masih dipenuhi dengan hutan. Setelah itu, wilayah ini dibangun oleh sosok Sayid Sulaiman yang digunakan merupakan putra pertama pasangan Sayid Abdurrahman bin Umar ba Syaiban serta Syarifah Khadijah, cucu Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Memberikan sistem sekolah dan juga mengeluarkan ijazah

Setelah itu, Pesantren Sidogiri ini mulai beroperasi hingga pada 1938, di dalam bawah kepemimpinan KH. Abd, pesantren ini didirikan madrasah yang dimaksud diberi nama Madrasah Miftahul Ulum (MMU) kemudian mulai mengeluarkan ijazah pada 1952 untuk tingkat ibtidayah (SD).

Pada 1957, Pesantren Sidogiri meningkatkan jenjang lembaga pendidikan ke tingkat tsanawiyah (SMP). Pada tingkat ini juga dikeluarkan ijazah yang tersebut berlaku pada 1962.

Lambang resmi pesantren juga diresmikan sejak 1965 pasca dibuat oleh HM. Usman Anis berdasarkan ide K. Sadoellah Nawawie dengan tujuan untuk memperjelas kemudian mempertegas identitas santri. Bahkan, pesantren ini juga meresmikan lembaga pendidikan tingkat aliyah (SMA) pada 1982.

Pesantren ini mulai tumbuh hingga mempunyai perpustakaan dan juga Balai Pengobatan pada tahun 1983, Labsoma (Laboratorium Soal Madrasah) pada 1989, Lembaga Pembangunan Bahasa Arab juga Mancanegara (LPBAA) 1991, lalu berbagai lainnya.

Hingga sekarang Pesantren Sidogiri juga masih terus mengalami perkembangan dengan berbagai prasarana terbaru. Untuk Pesantren Sidogiri ketika ini diurus oleh para pengasuh, majelis keluarga, pengurus, juga lainnya.

(Sumber: Suara.com)

Redi Alamsyah

Di tengah derasnya arus informasi, saya berdiri sebagai seorang penulis artikel yang berupaya menyalurkan kata-kata ke dalam bentuk cerita, analisis, dan refleksi. Nama saya Redi Alamsyah, seorang penggali kata yang mencari makna di balik huruf dan kalimat. Bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan kehidupan.

Related Articles

Back to top button