Nasional

Jubir Ganjar-Mahfud Protes, Dalih Polda Metro Jaya Sita Ponsel Milik Aiman Witjaksono

Resepmakanan.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengaku telah terjadi menyita ponsel milik Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Aiman Witjaksono. Polisi mengklaim telah lama mendapatkan surat izin dari pengadilan untuk menyita ponsel milik Aiman sebagai barang bukti.

Penyitaan itu terkait tindakan hukum yang menjerat Aiman selaku terlapor pada perkara dugaan perkara hoaks Polri tak netral di tempat Pilpres 2024.

“Pada ketika melakukan penyitaan terhadap HP yang mana dimaksud, yang digunakan kemudian kita jadikan barang bukti, penyidik telah lama mendapatkan surat izin penyitaan dari Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan,” kata Direktur Reskrimsus, Kombes Ade Safri Simanjuntak pada waktu dikonfirmasi, Selasa (30/1/2024).

Ade Safri mengklaim jikalau penyidik sudah profesional di menangani persoalan hukum tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak. (Suara.com/M Yasir)
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak. (Suara.com/M Yasir)

“Dan sudah ada dilengkapi juga dengan surat perintah penyitaan, saya kira apa yang mana telah diadakan penyidik, telah diadakan secara profesional kemudian akuntabel,” tambahnya.

Ade Safri mengatakan, pada waktu ini status Aiman di perkaranya belum ada peningkatan. Aiman masih berstatus saksi di terkait tudingan Polri bukan netral di pemilihan 2024.

“Saksi,” ucap Ade Safri.

Saat ditanya mengenai kapan Aiman akan kembali diperiksa, lalu tentang gelar kejuaraan perkara, Ade Safri masih belum menjawabnya.

“Nanti kami update,” tandasnya.

Protes HP Disita Polisi

Sebelumnya, Aiman menyoal terkait penyintaan ponsel miliknya yang tersebut dilaksanakan penyidik Polda Metro Jaya. Protes itu disampaikan Aiman usai diperiksa selama 12 jam oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Hari Jumat (26/1/2024) malam.

Aiman mengungkapkan polisi menyita ponselnya untuk mencari tahu identitas narasumber atau informan yang mana menyebutkan bahwa ada oknum yang tersebut tak netral pada pemilihan raya 2024.

“Kami diperiksa 12 jam, ada istirahat tadi beberapa kali dan juga saya harus komunikasikan sekalipun HP saya akhirnya harus disita, tapi saya berazam untuk bukan menyebutkan siapa narasumber saya,” katanya.

“Karena saya meyakini mereka itu ini adalah orang-orang yang dimaksud baik yang dimaksud wajib dilindungi identitasnya,” imbuhnya.

Aiman menjelaskan dirinya sempat berdebat selama dua jam oleh penyidik mengenai penyitaan ponselnya tersebut.

“Karena data saya semua ada dalam sana (ponsel), meskipun itu menjadi perdebatan hampir 2 jam, tarik ulur supaya hp itu kemudian jangan disita. Tetapi penyidik dapat melakukan upaya paksa dari pengadilan yang mana kami tidaklah bisa, melawan hal tersebut,” ucapnya.

Aiman Witjaksono ketika ditemui pada Polda Metro Jaya, hari terakhir pekan (26/1/2024). (ANTARA/Ilham Kausar)
Aiman Witjaksono pada waktu ditemui di dalam Polda Metro Jaya, hari terakhir pekan (26/1/2024). (ANTARA/Ilham Kausar)

Dalam pemeriksaan ini, Aiman dicecar sebanyak 59 pertanyaan. Mantan jurnalis televisi ini juga sudah mengambil risiko dengan masih merahasiakan siapa narasumber yang digunakan mengatakan ada oknum tak netral pada pemilihan raya 2024.

“Saya Aiman Witjaksono serta saya yakin teman-teman dalam TPN bahwa kami tidak ada akan akan membuka narasumbernya, biarkan risiko ini saya ambil lantaran saya meyakini dia orang-orang baik kemudian merek orang-orang yang digunakan wajib dilindungi identitasnya,” ucapnya.

Sebelumnya, kabar penyitaan ponsel Aiman yang dimaksud juga memproduksi Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengecek anak buahnya yang tersebut sedang diperiksa sebagai saksi, yaitu Aiman Witjaksono terkait dengan berita bohong atau hoaks.

Hary Tanoe juga mengaku bingung dengan pemeriksaan tesebut. Pasalnya, Aiman yang diperiksa sebagai saksi tetapi polisi menyita ponselnya.

(Sumber: Suara.com)

Redi Alamsyah

Di tengah derasnya arus informasi, saya berdiri sebagai seorang penulis artikel yang berupaya menyalurkan kata-kata ke dalam bentuk cerita, analisis, dan refleksi. Nama saya Redi Alamsyah, seorang penggali kata yang mencari makna di balik huruf dan kalimat. Bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan kehidupan.

Related Articles

Back to top button