Nasional

Dorothea Eliana Indah Wanita yang tersebut Setia pada Si Gembel Kolektif Absolut Adian Napitupulu

Resepmakanan.id – 18 Mei 1998 hari pertama pergerakan peserta didik menduduki gedung DPR/MPR terasa sangat spesial bagi Adian Napitupulu. Tak hanya sekali berhasil menduduki gedung delegasi rakyat itu, di dalam hari itu, Adian yang digunakan ketika ini jadi politisi PDIP bertemu dengan wanita yang digunakan kelak jadi istrinya, Dorothea Eliana Indah.

Bagi Iin, begitu sapaan akrab Dorothea menyatakan bahwa tanggal 18 Mei 1998 tidaklah cuma jadi hari bersejarah bagi Indonesia namun juga bagi ia juga Adian Napitupulu.

“Sebenarnya bukanlah pertemuan, tapi kalau mau masuk ke gedung DPR/MPR pada waktu itu harus melalui ia (Adian Napitupulu). Dan ketika saya bilang kampus saya masuk, tiada diizinkan masuk,” kenang Iin seperti dilihat dari tayangan Youtube jpnn, Selasa (30/1).

Baca Juga:

  • Selvi Ananda dan juga Gibran Makan Sepiring Berdua: Duduknya Mantu Jokowi Anggun Banget
  • Viral SBY Makan Mie Instan, Auranya Curi Perhatian: Ditinggal Ibu Ani, Seperti Tak Semangat
  • Gibran Belum Move On Kirab Kebangsaan pada Semarang, Publik: Jateng Tetap Banteng
  • Alam Ganjar Jadi Sorotan Publik Saat Makan Pekmpek pada Pasar Tradisional: Keluarganya Aktif Semua Ya Bun…

Diakui oleh Iin, setelahnya rekan-rekan satu almamaternya telah masuk ke gedung DPR/MPR, ia telah melupakan Adian oleh sebab itu telah tak ada lagi urusan.

Hingga satu malam, ia mendapat undangan untuk rapat Pertemuan Perkotaan (Forkot) di tempat Universitas Kristen Indonesia (UKI). Iin mengaku cukup kaget pada waktu pertama bergabung rapat yang disebutkan lantaran bertemu banyak pelajar dengan berbagai macam tampilan.

“Cukup mengagetkan buat saya. Ada bahasa urusan politik tinggi di dalam sana, perdebatan cukup keras sebab mereka besoknya harus kembali turun jalan. Lalu gak lama, ia datang duduk di dalam sebelah saya,” ungkap Iin.

Iin lalu menyatakan terjadilah obrolan antar dirinya dengan Adian. Saat ditanya siapa yang dimaksud lebih banyak dulu meminta ngobrol, Adian nyeletuk bahwa ia lebih tinggi tertarik memandang istrinya itu daripada ajak ngobrol.

“Saya lebih tinggi tertarik memandang ia daripada meminta ngobrol,” kata Adian.

Menariknya, Iin mengaku bahwa di tempat momen itu sampai sekarang Adian masih ingat dengan pakaian yang digunakan dipakainya. “Setelah sekian belas tahun, ia masih ingat baju yang digunakan saya pakai waktu malam itu,”

Adian pun mengumumkan bahwa kala itu sang istri kenakan baju biru kotak-kotak. Saat didesak artinya Adian lebih tinggi dulu mencintai sang istri, politisi PDIP itu tampak grogi.

“Dia dapat bicara urusan politik berbagai hal. Tapi kalau bicara ini (cinta), ia grogi,” ledek sang istri.

Dalam perjalanan cinta keduanya, Iin mengaku bahwa ia sempat diajarkan urusan politik oleh Adian. Sementara Adian menyatakan di tempat periode itu, ia sangat diperhatikan oleh Iin.

“Makan pagi, makan siang dikasih, makan malam, rokok dibeliin, kopi terus-menerus bawain,” kenang Adian.

Iin lantas menyatakan bahwa hal itu ia lakukan dikarenakan tambahan pada empati lantaran mengawasi rekan-rekannya yang berjuang. Saat ditanya seperti apa kondisinya, Adian lantas menjawab, “Gembel kolektif absolut,” ucapnya sambil tertawa.

(Sumber: Suara.com)

Redi Alamsyah

Di tengah derasnya arus informasi, saya berdiri sebagai seorang penulis artikel yang berupaya menyalurkan kata-kata ke dalam bentuk cerita, analisis, dan refleksi. Nama saya Redi Alamsyah, seorang penggali kata yang mencari makna di balik huruf dan kalimat. Bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan kehidupan.

Related Articles

Back to top button