Nasional

Diputus Hari Ini, KPK Pede Praperadilan Eddy Hiariej dkk Bakal Ditolak Hakim

Resepmakanan.id – Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan mengatur sidang putusan berhadapan dengan gugatan praperadilan mantan Wakil Menteri Hukum serta HAM (Wamenkumham) Edwar Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej, juga dua anak buahnya, hari ini.

Terkait hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa percaya diri jikalau gugatan praperadilan Eddy Hiariej dk akan ditolak oleh hakim. 

“Tentu kami optimis permohonan yang dimaksud akan ditolak hakim. Dalil pemohon ini mirip dengan perkara lain yang mana ditangani KPK dan juga kemudian juga sudah ada diputus hakim dengan vonis ditolak,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa (30/1/2024).

Bus Kampanye AMIN Mendadak Dibatalkan, Mardani Ali Sera: Massa Siap Longmarch ke JIS

Tepis Seruan Gus Nadir juga Gus Ipul Menangkan Prabowo-Gibran, Gus Yahya: Bukan Resmi dari PBNU!

Wakil Menteri Hukum kemudian HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej (tengah) usai menjalani pemeriksaan di area Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Mulai Pekan (4/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Wakil Menteri Hukum lalu HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej (tengah) usai menjalani pemeriksaan di dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Awal Minggu (4/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Oleh karenya, KPK menilai tak Eddy dan juga kawan-kawan tidaklah memiliki alasan praperadilannya untuk diterima hakim.

“Yang artinya semua proses yang mana KPK lakukan telah dilakukan sesuai hukum acara pidana yang mana berlaku baik KUHAP maupun Undang-Undang KPK itu sendiri,” tegas Ali.

2 Kali Gugat KPK

Diketahui, Eddy Hiariej lalu dua anak buahnya telah terjadi dua kali mengajukan praperadilan ke PN Ibukota Selatan. Yang pertama, gugatan praperadilan mereka cabut ketika sidang berjalan pada 20 Desember 2023.

Baliho Caleg Adian Napitupulu Viral Gara-Gara Editan Foto Beda Jauh kemudian Klaim ‘Berjuang Untuk Rakyat’

Pengasuh Pondok Pesantren Tertua kemudian Terbesar di dalam Indonesia Dukung Anies-Cak Imin

Setelahnya, pada 3 Januari 2024, mereka kembali menggugat KPK dengan mengajukan praperadilan ke PN Jaksel. 

Eddy kemudian dua anak buahnya, Yosi Andika Mulyadi, dan juga Yogi Arie Rukmana dijadikan KPK tersangka, oleh sebab itu diduga diduga menerima suap dan juga gratifikasi senilai Simbol Rupiah 8 miliar dari Direktur Utama PT Cirta Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Pemberian uang itu untuk menyelesaikan tiga perkara Helmut pada Kementerian Hukum serta HAM, juga Bareskrim Polri.

KPK baru menahan Helmut pada Rutan KPK untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 7 sampai dengan 26 Desember 2023.

Sedangkan Eddy lalu dua anak buahnya belum ditahan. KPK melakukan konfirmasi segera memanggil ketiganya untuk diadakan penahanan.

(Sumber: Suara.com)

Redi Alamsyah

Di tengah derasnya arus informasi, saya berdiri sebagai seorang penulis artikel yang berupaya menyalurkan kata-kata ke dalam bentuk cerita, analisis, dan refleksi. Nama saya Redi Alamsyah, seorang penggali kata yang mencari makna di balik huruf dan kalimat. Bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan, melainkan sebuah perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan kehidupan.

Related Articles

Back to top button